ARRA’PPUNGAN MORONG SIFARU’RANGI MASYARAKAT ADAT BARAMBANG KATUTE

Masyarakat adat Barambang Katute kecamatan Sinjai Borong melaksanakan Pertemuan Adat yang dikenal dengan istilah “Arra’ppungan”  atau“ Abbahang”.(24/11/2016). 
Kegitan adat  tersebut, dilaksanakan di aula Kantor Desa Barambang, Arra’ppungan menurut Ismail sebagai Tokoh adat barambang katute adalah sebuah pertemuan Adat yang dilakukan oleh masyarakat adat barambang Katute yang secara bahasa Arra’pungan berasal dari bahasa Konjo yang berarti berkumpul untuk bermusyawarah.  


“Acara adat  yang kami lakukan saat ini dikenal dengan istilah Arra’ppungan, yang artinya “berkumpul” kami berkumpul dengan melibatkan semua Tokoh adat dan masyarakat untuk  bermusyawarah, istilah tersebut berasal dari bahasa Konjo”. Ungkap Ismail.

Suasana prosesi adat Abbahang Foto : Wahyullah
Suasana prosesi adat Abbahang
Foto : Wahyullah

Dalam Kegiatan tersebut para Tokoh adat memimpin jalannya musyawarah, beberapa kegiatan inti dalam Arra’ppungan tersebut adalah Morong Sifaru’rangi  dan Tulak Bala Kampong ri Barambang Katute. Sesuai dengan asal bahasanya Morong Sifarurangi bermakna duduk bersama untuk saling mengingatkan sesama masyarakat adat Barambang Katute sebagai satu kesatuan yang diikat oleh aturan atau hukum adat, sementara Tulak bala kampong dilakukan dalam bentuk zikir atau ritual adat sebagai renungan kepada sang pencipta dengan harapan kampung Barambang Katute terbebas dari Bencana.

Proses berlangsungnya Morong Sifaru’rangi menggambarkan peran-peran pemangku adat dan Tokoh-Tokoh adat memimpin jalannya musyawarah dengan masyarakat Adat Barambang katute, para pemangku adat menjelaskan sejarah asal usul pemimpin mereka yang disebut dengan Puang Barambang dan dibantu oleh Sanro tungka, Ada tungka dan Karaeng Tungka. Proses tersebut juga mendiskusikan kembali aturan-aturan adat yang harus ditaati oleh semua masyarakat adat di wilayah Barambang Katute.                                       


Melengkapi kegiatan tersebut, dilaksanakan pula penampilan oleh para seniman dari masyarakat adat Barambang Katute yaitu Maggambusu dan pertujukan Suling kembar yang dikenal sebagai musik khas dari Barambang katute sejak dahulu kala hingga sekarang.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir  dari pihak pemerintah desa, Pemerintah Kecamatan  Sinjai Borong, Dinas Pariwisata Kab. Sinjai, Budayawan Drs. Muhannis yang juga seorang penulis Bunga rampai Karampuan, serta Pengurus daerah Aliansi masyarakat adat Nusantara (AMAN) Sinjai.

~~~Wahyullah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top