Curhat Teman dan Kritik Sosial

Burhan bin Bahtiar

AMAN-Sinjai. Kalau temanku curhat tentang kekasihnya yang menelikung di depan matanya. Maka aku lewat sosial media juga akan curhat, tentang Ayahku yang dikriminalisasi, atau tentang kebunku, kebun nenekku dan sawah tetanggaku yang sudah lama diklaim menjadi kawasan Hutan Produksi Terbatas oleh Negara, padahal semakin banyak keluargaku butuh tanah untuk bekerja agar dapat makan. juga tentang jalanan di kampung yang semakin parah untuk dilalui dan penuh tanda tanya.

Orang-orang sering membicarakan jalanan tersebut apalagi kalau pas lewat dan motornya mogok tidak mampu melewati lubang, tapi tak seorang diantaranya berani mempertanyakan pada Pemerintah sebab takut nanti dikira Melawan. Apalagi di benak Masyarakat yang di kampungku masih titipan soeharto, bahwa Pemerintah itu baik kalaupun salah tidak bisa dilawan, dilawan sekalipun tak bakal menang.

Yang anehnya lagi, bila ada pertanyaan tertuju pada Pemerintah diartikan oleh Masyarakat sebagai pembangkangan, coba bayangkan. Beruntunglah aku suka baca buku sehingga tahu sedikit tentang hak rakyat dan kewajiban Pemerintah, itulah membuatku tidak terbiasa pura-pura menikmati ilusi lalu mengatakan, oh ini Cinta!!!

Tapi pada dasarnya aku memang hanya tertarik mengungkapkan kenyataan lalu berkata, oh ini pembodohan pak!!! Temanku suka keluar malam, katanya sih, jalan sama pacarnya untuk melepas rindu sambil minum teh kadang di pantai atau minum kopi di warkop.

Aku juga suka minum kopi tapi tempat dan suasananya yang beda, kalau aku di kamar sendiri sambil menghisap bentol lalu merenungkan Indonesia, kadang kutemui hal aneh dalam renunganku dan sering pula berpikir, Lucu juga Negara ini dengan berbagai kejadian seperti papua yang hampir setiap hari pembunuhan terjadi tapi terlupakan oleh media, atau mungkin sebenarnya sengaja disembunyikan tapi tiba giliran TELOLET diributin oleh hampir segala penjuru bahkan mendunia padahal dilain sisi malah lupa juga pada angka kemiskinan dan gizi buruk yang semakin meningkat.

Dari sekian banyak hal aneh, lucu dan mungkin sedikit gila. Ada hal paling sensitif di Indonesia ini yaitu persoalan Agama. Tapi, ah sudahlah. Aku takut bekata banyak soal itu sebab salah menafsirkan ayat Tuhan dikira menistakan Agama. Tapi lupa bahwa kemiskinan akan menimbulkan kelaparan dan kematian akhirnya, bila kematian terus bertambah dibanding kelahiran artinya manusia akan punah, dan sembah sujud manusia akan Tuhannya akan habis. Dan yang pasti Kampungku, Desaku, kota dan bangsaku sedang tidak baik-baik.

Penulis : Burhan Bin Bahtiar

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*